17an, sapa sih yang tak kenal dengan sebutan ini, 17an bagi rakyat Indonesia sanngatlah berarti, tanpa itu mungkin tak ada Negara ini, tak ada yang namanya pancasila, bendera merah putih, 17an momen paling bersejarah dalam bangsa Indonesia, dimana kita sebagai bangsa Indonesia mulai tanggal itu bisa dengan lantang bersuara “INI TANAHKU!!!, TANAH INDONESIA!!!”,
Tepat 66th lalu disebuah halaman didaerah matraman lagu Indonesia berkumandang, bendera sang saka merah putih berkibar berdiri megah menjulang ke langit yang biru.,

Proklamasi!
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya.
Jakarta hari 17 bulan 8 1945
Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno/Hatta
teriakan demi teriakan menggemuruh, MERDEKA!!! MERDEKA!!! Begitu teriakan itu saling menyambut, isak tangis bahagia, rasa takut, was was, semangat berkobar kobar menyatu dalam setiap individu! Hari itu,sang saka berkibar, menjadi tonggak sejarang Indonesia, saat soekarno dan hatta membaca naskah proklamasi! Saat itu juga jiwa raga pejuang Indonesia tergugah! Ini tanahku!!! Sekarang !, nanti! Dan selamanya! Akan aku jaga tanah ini sampai titik darah penghabisan!, merdeka atau mati!! Itu harga mati..
Kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah di perjuangkan para pahlawan kita sampai detik ini akan terus kita peringati, sebagai tanda terima kasih kita pada mereka, tanpa jasa jasa mereka kita mungkin tak akan seperti ini.
Pertanyaannya adalah apakah yang kita lakukan sudah sesuai dengan isi dari kemerdekaan itu?
Kemerdekaan mempunyai banyak arti tergantung dari sudut pandang mana kita menafsirnya. Jujur pada diri sendiri apa kita sudah memahami arti kemerdekaan Indonesia?

Saya sendiri pribadi merasa kita belum merdeka, merdeka impian para pendahulu adalah hidup aman damai tentram dan makmur.merdeka yang saya rasakan sekarang ini belumla sempurna, harga bahan pokok masih mahal, pendidikan yang seharusnya menjadi hak masyarakat terasadi ambil dengan biaya pendidikan yang mahal, rasa keadilan yang seharusnya bisa ditegakkan di Negara yang penuh dengan demokrasi seolah olah seperti bahan makanan yang bisa di perjual belikan, asalkan punya uang keadilan bisa ditawar.
Maka dari itu sebagai warna Negara alangkah baiknya klo Negara ini berbenah, berbenah menuju cita cita bangsa Indonesia, sesuai undang undang dasar 45, tentang tujuan Negara. Tak perlu kita berkoar koar pemerintah harus bertindak, karena tak semua ini adalah salah pemerintah, mari kita instrospeksi diri kita sendiri, minimal dari sendiri, mulai dari yang kecil.
Mari kita telaah satu persatu kemerdekaan bagi saya dan Indonesia:
- Ekonomi
pertanyaannya : Apakah Indonesia Sudah merdeka?
Ini yang masih menjadi perdebatan mungkin, apakah Indonesia sudah merdeka secara ekonomi, bagi sebagian orang mungkin sudah, tapi bagi kebanyakan orang Indonesia masih jauh dari kemerdekaan di bidang ekonomi, harga pangan masih mahal, bukan semakin menuju ekonomi demokrasi tapi malah menuju ekonomi kapitalis, yang mana rakyat kecillah yang di rugikan.. - Keadilan
Seberapa adilkah Negara yang merdeka?
Kita liat dewasa ini, keadilan sudah menjadi barang yang diperjual belikan, ada uang ada barang, keadilan dengan mudahnya kita jual, kita beli, yang berduit berkuasa, yang berduit leha-leha yang miskin semakin terjepit, teraniyaya hak asasinya. Contoh kasus :
Para pembaca mungkin dan pasti kenal dengan prita, yak arena kritiknya prita harus berhadapan dengan jaksa, menghadapi tuntutan yang bisa dibilang tidak mencerminkan keadilan, lain ceritanya andai yang kena masala adalah kolega pejabat? Sampai bermilyar2 pun akan dijabanin..
Inikah cerminan keadilan di Negara merdeka? Jawabannya menurut saya adalah tidak? - Pedidikan
Berapa biaya pendidikan kita?
“Nak kamu jgn sekolah dulu ya”, “knapa bu?, kenapa ga boleh sekolah”, “ibu ga ada uang nak..”, mungkin ini adalah kalimat general gambaran pendidikan di Indonesia, semakin maju technology semakin mahal pendidikan, Negara yang hebat itu Negara yang mempunyai penerus yang mampu mengurus Negara lebih baik dari generasi sebelumnya, Negara seharusnya memfasilitasi, bukan menjerat membungkam ilmu hanya untuk orang orang kaya, coba kita tengok di jalanan, berapa banyak anak2 usia sekolah yang terpaksa mengenyam pendidikan otodidak, butuh langkah konkret dari pemerintah untuk mengentaskan kebodohan, ajari generasi muda ilmu, tanpa perlu mebebaninya.
Jadi nantinya kalo ada orang bertanya… “kamu sekolah habis berapa?” dengan bangga kita akan menjawab “gratis”
Jadi kesimpulan yang dapat kita ambil dari beberapa pikiran saya diatas,, Indonesia mungkin sudah merdeka dari penjajah.. tp kita juga harus merdeka.. dari kemiskinan, kebodohan, dan kezholiman
Akhirnya yang bisa terucap hanyalah
MERDEKA!!!
Selamat ulang tahun bangsaku!